07.30 - 22.30 WITA 05116740667 082250211110 apotekqu.nazhan@gmail.com 5B9CB626082250211110
(pcs)

Imunoterapi Harapan Baru Pasien Kanker Paru

Thursday, July 20th 2017.

Imunoterapi menjadi harapan baru bagi pasien kanker paru yang umumnya adalah para perokok.

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.”

Peringatan semacam ini sudah sering dijumpai di berbagai sudut reklame di jalan-jalan hingga bungkus-bungkus rokok. Sayangnya peringatan yang bertujuan mulia ini hanya angin lalu saja, buktinya jumlah perokok terus bertambah. Peningkatan jumlah perokok juga mendorong banyaknya orang yang terpapar asap rokok, termasuk perokok pasif.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013, sebesar 85 persen rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok. Mereka terdiri dari kategori tidak merokok, mantan perokok, kadang-kadang merokok, dan perokok setiap hari. Khusus perokok setiap hari, jumlahnya ternyata meningkat. Pada Riskesda 2007 perokok setiap hari masih 23,7 persen, lalu pada 2013 bertambah menjadi 24,3 persen.

Jumlah perokok aktif yang meningkat, memunculkan risiko penderita penyakit kanker paru makin bertambah di Indonesia. Para perokok memiliki risiko terkena kanker paru 7,8 kali lebih besar dibandingkan yang tak merokok.Kanker paru penyebab paling umum kematian akibat kanker di seluruh dunia.

“Faktor paling besar kanker paru adalah karena perokok,” kata dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P(K) dalam seminar mengenai Imunoterapi.

Menurut dokter Sita, pasien kanker paru memiliki median survival hanya berkisar 6 sampai 9 bulan lamanya. Kelompok pasien yang mampu bertahan hidup sampai 1 tahun besarnya hanya kurang dari 40 persen. Namun dunia kedokteran tak lantas menyerah berinovasi untuk memperpanjang harapan hidup para pasien kanker paru. Pada masa lalu, sekitar 1809-an para dokter biasanya melakukan tindakan bedah, kemudian pada 1896 berkembang menjadi tindakan radiasi bagi penderita kanker paru.

Kemudian metode kemoterapi mulai diperkenalkan menjadi tindakan medis sejak 1940-an dan masih dilakukan hingga kini. Pada 1990-an muncul evolusi pengobatan kanker dengan tindakan terapi target untuk memblok sel kanker agar tidak berkembang. Pada abad ke-21, masa awal 2000-an mulai ditemukan pengobatan kanker dengan metode imunoterapi.

Rp 8.500
Rp 95.000
Rp 25.000
Rp 35.000
Rp 15.000
Rp 4.000

Kategori

Produk Terbaru

Gamat Jelly Gold G 250 ml REPASS TABLET 400Mg BIORON TABLET FITOGEN TABLET Kapsul Daun Jati Cina Herbal Melia Propolis Dulcolax 5 mg Tab 10’s frozavit

Facebook Fanpage