07.30 - 22.30 WITA 05116740667 082250211110 apotekqu.nazhan@gmail.com 5B9CB626082250211110
(pcs)

Racun Ular Berbahaya Bisa Melawan Penyakit Ginjal

Wednesday, July 26th 2017.

Racun mamba hijau – salah satu ular paling berbahaya di Afrika – suatu hari nanti dapat membantu mengobati orang-orang yang memiliki kelainan genetik yang mempengaruhi gagal ginjal, menurut sebuah penelitian baru yang dilakukan pada tikus.

Kelainan ini, yang disebut penyakit ginjal polikistik, menyebabkan banyak kista yang tumbuh di dinding ginjal, Kelainan tersebut dapat menyebabkan kerusakan ginjal, menurut National Kidney Foundation. Tapi bagi bayi yang lahir dengan bentuk gangguan parah, kondisinya juga bisa mematikan, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

Penelitian terbaru dilakukan pada tikus, dan belum jelas apakah senyawa racun tersebut dapat bekerja untuk mengobati penyakit ini pada orang-orang yang memiliki kondisinya, kata penulis studi Nicolas Gilles, seorang peneliti racun di Universitas Paris-Saclay di Perancis. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat ini, katanya.

Perawatan yang saat ini memakai metode tersebut  tersedia untuk penyakit ginjal polikistik, dapat membantu meringankan beberapa gejalanya, seperti tekanan darah tinggi, namun saat ini tidak ada obat untuk penyakit ini, kata Yayasan Ginjal Nasional.

Gigitan mamba hijau dapat menyebabkan pusing, mual dan detak jantung tidak teratur, dan bisa berakibat fatal. Dalam studi baru tersebut, para peneliti pertama-tama mengekstraksi satu senyawa dari racun, yang disebut mambaquaretin-1, menurut penelitian yang dipublikasikan hari ini (19 Juni) di jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

Para peneliti kemudian memberikan senyawa racun tersebut kepada enam tikus dengan penyakit ginjal setiap hari selama 99 hari. Penelitian ini juga melibatkan sekelompok tikus kontrol dengan kondisi tersebut, yang kemudian diberi larutan garam setiap hari selama 99 hari. Tikus yang diberi senyawa tersebut sepertinya dapat mentolerirnya dengan baik, karena hewan tersebut tidak mengubah perilaku mereka selama percobaan berlangsung, kata periset tersebut.

Pada akhir percobaan, para peneliti mengukur tingkat penanda untuk fungsi ginjal pada semua tikus. Berdasarkan pengukuran ini, para peneliti menyimpulkan bahwa tikus yang diobati dengan senyawa racun memiliki perubahan fungsi ginjal yang lebih baik daripada tikus dalam kelompok kontrol.

Para ilmuwan menemukan Jumlah kista pada tikus yang diobati dengan senyawa tersebut dikurangi sepertiga, menemukan bahwa rasio daerah kista pada daerah jaringan ginjal normal menurun sebesar 28 persen pada tikus yang diobati dengan senyawa tersebut. Selain itu, total area kista ginjal berkurang sebesar 47 persen setelah perawatan.  Senyawa ini tampaknya bekerja dengan menargetkan aksi reseptor yang disebut reseptor vasopresin tipe-2, yang terlibat dalam penyakit ini, kata periset.

Sejauh ini, peneliti belum melihat menggunakan racun dari ular ini untuk mengobati kondisi lainnya, apakah memiliki efek yang sama pada kista pada saluran reproduksi wanita, Gilles mengatakan kepada Live Science. Namun, berdasarkan penelitian ini dan lainnya, menjadi semakin jelas bahwa, selain kaya akan racun, venom black mamba juga merupakan sumber molekul yang dapat menargetkan reseptor tertentu di tubuh yang terlibat dalam kesehatan manusia, katanya.

Rp 58.000
Rp 48.000
Rp 2.000
Rp 70.000
Rp 19.000
Rp 24.000

Kategori

Produk Terbaru

Kapsul Ekstrak SIRIH MERAH Inayah Isi 50 Kps Teh Mahkota Dewa Kapsul Ekstrak SIRIH MERAH Inayah Isi 50 Kps Madu syifa kids promandel Gamat Jelly Gold G 250 ml REPASS TABLET 400Mg BIORON TABLET FITOGEN TABLET

Facebook Fanpage